Kamis, 06 Oktober 2011

FUNGSI GEREJA

Fungi-fungsi Gereja

1. Penginjilan
Pokok yang ditekankan dalam dua kisah kata terakhir Yesus ketika berbicara kepada murid-muridnya ialah penginjilan. Dalam Matius 28:19, Yesus mengatakan panggilan dan jadikan sekalian bangsa murid-Ku. Dalam Kisah 1:8 Ia berkata, kamu akan menerima kuasa kalau roh Kudus turun ke atas kamu dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Hal ini merupakan perintah terakhir yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya.
Panggilan mengabarkan Injil merupakan perintah. Setelah para murid menerima Yesus Kristus sebagai Tuhanda tunduk kepada-Nya sehingga harus selalu mentaati semua perintah yang diberikan oleh-Nya.
Yesus pernah mengatakan jikalau kamu mengasihi “Aku” kamu akan mengikuti segala perintahku (Yohanes 14:15). Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya dialah yang mengasihi Aku (Yoh.14:21); Kamu adalah sahabatKu jikalau kamu berbuat apa yang Ku perintahkan kepadamu (Yoh. 15:14).
Bagaimanapun murid-murid juga tidak dikirim mengabarkan Injil dengan kekuatan mereka sendiri. Yesus mendahului penugasan mereka dengan mengatakan kepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Matius 28:18). Yesus menugaskan murid-muridNya sebagai pelaksana tugasnya. Dengan demikian mereka berhal untuk pergi mengabarkan Injil kepada sekalian bangsa. Selanjutnya Yesus berjanji bahwa Roh Kudus akan turun ke atas mereka dan memberian segala kuasa yang mereka perlukan. Dengan demikian murid-murid Yesus mendapat wewenang dan kekuasaan untuk melaksanaan tugas tersebut.
Lagi pula mereka yakin bahwa mereka diutus bukan dengan kekuatan mereka sendiri. Sekalipun secara jasmania Yesus akan meninggalkan mereka, namun secara rohani Dia akan terus beserta dengan mereka sampai kesudahan zaman (Matius 28:10). Akhirnya para murid ditugaskan untuk menjadi saksi sampai ke ujung bumi. Tidak ada batasan geografis terhadap pelaksanaanm tugas mereka. Mereka harus memberitakan Injil dimana saja, kepada semua bangsa dan di setiap golongan. Dengan demikian amanat Injil akan tersebar dalam lingkaran yang makin luas, sehingga akhir seluruh tugas akan terlaksana. Dan gereja harus terlibat dalam mengabarkan Injil dan gereja harus melayani dalam penginjilan di semua wilayah ini; apabila gereja tidak terlibat dalam penginjilan gereja menjadi sakit rohani, karena gereja akan mulai berusaha untuk berfungsi tidak sesuai dengan tujuan yang tidak pernah dimaksudkan oleh Tuhan.

2. Pembinaan
Fungsi utama gereja yang kedua ialah pembinaan orang-orang percaya. Sekalipun Yesus lebih menekankan penginjilan, namun secara logis (pembangunan) orang-orang percaya juga merupakan kegiatan utama. Paulus berkali-kali berbicara tentang pembinaan tubuh Kristus (Efesus 4:12), misalnya Paulus mengatakan bahwa Allah memberikan berbagai karunia kepada Gereja. Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus (Efesus 4:12). Setiap orang percaya hendaknya bertumbuh serupa dengan Kristus yang dari pada-Nyalah seluruh tubuh yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Kemampuan untuk membina merupakan kristeria yang melalui-Nya semua kegiatan, termasuk kemampuan. Bicara dapat diukur, Paulus mengemukakan unsure pembinaan misalnya, dia mengatakan, siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, Ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun jemaat. Aku suka supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orangyang bernubuat lebih berharga daripada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya sehingga jemaat dapat dibangun (1 Korintus 14:4-5). Pentingnya pembinaan orang lain dalam rangka karunia-karunia yang kontraversial.
Perhatikan bahwa pembinaan harus saling membangun yang dilakukan oleh anggota semua tubuh Kristus.
Terdapat berbagai sasrana yang dapat digunakan untuk membangun anggota-anggota gereja. Salah satunya adalah persekutuan. Dalam perjanjian baru berbicara tentang koinonia yang secara harafiah berarti memiliki atau membagi segala hal bersama. KPR 5, anggota gereja mula-mula bahkan memiliki harta materiil mereka bersama. Paulus berbicara mereka saling membagikan pengalaman. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita, jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita (1 Korintus 12:26).
Kita hendaknya saling mendorong dan rasa simpati satu sama lain. Orang percaya hendaknya tolong tolongan menangungg beban (Galatia 6:2).
Gereja juga membina anggota-anggotanya lewat pendidikan atau pengajaran. Dan pengajaran bagian dari tugas yang lebih luas yaitu pemuridan. Salah satu perintah Tuhan dalam amanat agung yang disampaikan Yesus kepada murid-muridNya agar mengajar orang-orang yang bertobat melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadaMu (Mat.28:20). Untuk mencapai tujuan iini salah satu karunia Allah kepada gereja ialah gembala-gembala dan pengajar-pengajar.
Berkhotbah merupakan sarana pembinaan lainnya yang telah dipakai sejak permulaan. Dalam 1 Korintus 14, ketika Paulus berbicara tentang bernubuat, mungkin sekali yang dimaksudkannya adalah berkhotbah. Agar gereja dapat melaksanakan pembinaan bersama. Allah telah melengkapi gereja dengan berbagai karunia yang disalurkan oleh Roh Kudus. (1 Korintus 12:11).


3. Penyembahan
Kegiatan gereja lain adalah penyembahan. Sedangkan pembinaan berfokus kepada jemaat serta menguntungkan jemaat. Penyembahan berfokus pada Tuhan. Gereja mula-mula bertemu untuk menyembah Dia pada saat tertentu, suatu kebiasaan yang diperintahkan dan dianjurkan oleh Rasul Paulus sendiri; Ibrani 10:25, supaya berkumpul untuk mengadakan ibadah sebagaimana biasa dilakukan oleh beberapa orang, penyembahan yang diutamakan adalah Allah.
Menyembah, memuji dan memuliakan Allah, merupakan kegiatan yang biasa dalam perjanjian lama, sebagaimana dapat dilihat khususnya dalam kitab Mazmur. Memang tepat bagi gereja yang adalah milik Allah untuk memuji dan memuliakan Allah. Dalam aspek ini dari kegiatan penyembahan, gereja memusatkan perhatiannya pada siapa dan apa Allah itu bukan memuaskan penasarannya sendiri.
Di zaman mula-mula jemaat berkumpul untuk menyembah Allah dan mendapatkan pengajaran. Kemudian jemaat itu keluar untuk mengabarkan Injil. Di dalam ibadah penyembahan, jemaat berfokus kepada Allah; di dalam pengajaran dan persekutuan mereka berfokus pada diri sendiri; dan sesame orang Kristuen dan dalam penginjilan mereka mengarahkan perhatiannya kepada orang-orang yang bukan Kristen.

4. Keprihatinan sosial
Jelas sekali menunjukkan keprihatinan terhadap mereka yang hidup serba kekurangan dan yang menderita Yesus menyembuhkan orang sakit dan kadang-kadang membangkitkan orang mati. Apabila gereja ingin melanjutkan pelayanannya maka gereja akan terlibat dalam pelayanan kepada orang-orang yang hidup serba kekurangan dan yang menderita, bahwa Yesus mengharapkan gereja juga terlibat dalam pelayanan orang yang hidup serba kekuranmgan dan menderita. Lukas 10:25-27, Yesus menceritakan perumpamaan ini kepada seorang ahli Taurat yang sudah mengerti bahwa untuk memperoleh kehidupan kekal seorang harus mengasihi Allah dan mengasihi sesame manusia seperti dirinya sendiri. Namun ia tidak tahu siapa yang di maksud dengan sesamanya manusia. Ketika menjawab pertanyaan ahli Taurat tersebut Yesus juga menerangkan cara seseorang mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri. Orang Samaria yang baik hati tersebut sekalipun tidak ikut menyerang orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho namun ia rela memperhatikan korban perampokan itu bahkan mungkin sekali sampai menanggung biaya perawatannya. Karena kasih terhadap sesama berkaitan erat terhadap kasih terhadap Allah sehingga melibatkan perbuatan seperti yang dilakukan orang Samaria yang baik hati tersebut, gereja juga harus terbeban dan prihatin mengenai penderitaan dan kebutuhan dunia ini.
Matius 25:31-36, Yesus menegaskan tentang kesungguhan iman seorang Kristen dalam penyatuan iman setiap hari berhubungan dengan keprihatinan sosial tentang perbuatan kasih. Ulangan 10:17-19, keprihatinan terhadap anak yatim, perempuan janda serta perantau asing, Yakobus 1:27, janda-janda yatim piatu, Yakobus 2:15-17, demikian juga halnya dnegan iman: jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
I Yohanes 3:17-18, barangsiapa mempunyai harta duniawi danm melihat saudaranya yang menderita kekurangan tetapi menutupi pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana kasih Allah dapat tetap dalam dirinya? Anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Gereja harus sanggup menunjukkan keprihatinan sosial serta mengambil tindakan apabila diperlukan, yaitu ketika terjadi kekurangan, penderitaan atau ketidakadilan. Memang ada pendangan mengenai bagaimana hal tersebut dilaksakan. Dalam kasus tertentu, gereja hanya akan bertindak untuk mengurangi penderitaan akibat penyakit atau kekurangan. Gereja haru melakukan banyak hal dalam rangka keprihatinan sosial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar